Seseorang yang Hanya Mampu Kuraih Sebatas Mimpi

Seseorang mengguncang lembut tubuh lelapku, suara yang kukenal membisikkan sebuah nama. Namaku.

Aku membuka mata dan melihat wajah teduh dengan binar mata kekanakan yang indah.

“Maaf aku terlambat datang.” lembut jemarinya membelai pipi sebelah kiriku.

Aku menelusupkan jemari diantara helai rambutnya. Memastikan ia nyata.
“Rambutmu makin panjang.”

Kemudian semua lenyap.

Aku membuka mata. Kamu, memang hanya bisa kuraih sebatas mimpi. Perih.

Aku tak cukup layak untuk kamu jadikan pilihan. Pahit.

Dan aku tak cukup punya nyali untuk memintamu kepada Tuhan, karena sungguh kamu terlalu indah untuk kumiliki.

Aku yang begitu hina dan kacau balau dalam sisa-sisa luka.

*Nyamuk, seseorang sebelum R, yang tak pernah kupikirkan sedikitpun tapi kumimpikan lagi untuk pertama kali setelah sekian tahun, entah kenapa*

Posted from WordPress for Android