Seseorang yang Hanya Mampu Kuraih Sebatas Mimpi

Seseorang mengguncang lembut tubuh lelapku, suara yang kukenal membisikkan sebuah nama. Namaku.

Aku membuka mata dan melihat wajah teduh dengan binar mata kekanakan yang indah.

“Maaf aku terlambat datang.” lembut jemarinya membelai pipi sebelah kiriku.

Aku menelusupkan jemari diantara helai rambutnya. Memastikan ia nyata.
“Rambutmu makin panjang.”

Kemudian semua lenyap.

Aku membuka mata. Kamu, memang hanya bisa kuraih sebatas mimpi. Perih.

Aku tak cukup layak untuk kamu jadikan pilihan. Pahit.

Dan aku tak cukup punya nyali untuk memintamu kepada Tuhan, karena sungguh kamu terlalu indah untuk kumiliki.

Aku yang begitu hina dan kacau balau dalam sisa-sisa luka.

*Nyamuk, seseorang sebelum R, yang tak pernah kupikirkan sedikitpun tapi kumimpikan lagi untuk pertama kali setelah sekian tahun, entah kenapa*

Posted from WordPress for Android

Surat yang Tak Pernah Sampai

Kepada kamu,
Aku benar-benar meminta maaf atas segala yang terjadi berbulan lalu hingga kita saling menjauh dalam tanda tanya, terlibat perang dingin tak berkesudahan. Aku telah menyakiti harga dirimu begitu rupa sehingga bahkan tak ada lagi kesempatan berbicara untukku. Aku tak lebih dari seorang asing yang tak kan pernah kamu lirik lagi bahkan dengan sebelah mata sekalipun. Continue reading