Ramadhan Kedua

Tahun ini ramadhan kedua setelah kita tak lagi saling menyapa.
Tak ada lagi panggilan pengingat saat sahur.
Tak ada lagi kejutan kecil ketika kuterbangun dini hari dan menemukan rekaman suaramu menyanyikan lagu kesukaanku.
Tak ada lagi kekonyolan saling mengirim voice mail dan mentertawakan suara serupa alien.
Tak ada lagi basa basi tentang menu buka hari demi hari.
Tak ada lagi salam semangat pengantar tarawih.
Tak ada lagi tanya: sudah berapa juz hari ini?
Tak ada lagi kamu…

Dan aku tak berani menyapa lebih dulu,
meski rindu…

Dimanapun kamu semoga berbahagia…

16 thoughts on “Ramadhan Kedua

  1. Aih, sendunya. Semoga Ramadhan kali ini tidak menjadi pengingat akan sesuatu yang sedih, melainkan menjadi bahan untuk kejutan-kejutan dan berkah yang terjadi sepanjang bulan. Selamat berpuasa, semoga menjadi insan yang lebih takwa kepada Tuhan YME! :)).

  2. Sepertinya sedang tidak dirumah?
    Meskipun penyemangatnya lagi nggak ada,
    Semoga Ramadhan ini dapat lebih baik dan berkah πŸ™‚
    Salam kenal mbak Tika πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s