Dialog pada Suatu Siang

Berapa hari lagi menuju hari istimewamu?

4 hari. Aku ingat persis. Tak mungkin lupa.

Aku tahu mustahil untuk merayakannya bersamamu.

Tahun ini. Pun juga tahun selanjutnya.

Mengingatnya membuatku pilu.

 

Tapi Tuhan sedang berbaik hati siang ini.

Ia kirimkan seseorang yang juga mengalir darah yang sama denganmu, menyapaku.

Aku bahagia.

Meski hanya dialog singkat yang bahkan tak berkisah tentangmu sedikitpun.

Aku bahagia.

 

Seseorang yang memiliki darah yang sama denganmu itu,

paling tidak menjadi penawar sedikit rindu

akan dialog denganmu yang tak kan pernah terjadi lagi

Ini konyol. Ya aku tahu ini konyol. Bodoh.

 

Tapi bukankah memang aku selalu terlihat bodoh jika berkaitan tentangmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s