(Bukan) Kamu

Hal tersulit adalah menahan diri untuk tidak menemuimu
meski rindu teramat menyesakkan.
Bahkan hingga saat ini…

Namun ternyata,
menahan diri untuk tidak mengutukmu setingkat lebih tinggi dari rindu menyesakkan.
Menahan diri untuk tidak mengutukmu saat luka semakin menganga melihatmu menjelma menjadi bukan kamu.
Menyakitiku.

Aku,
betapapun sulitnya…
Hanya ingin merapal do’a-do’a yang baik saja tentangmu.

Kamu,
sedalam apapun luka dan kesakitan yang kutanggung sendirian,
kamu selalu menjadi kamu yang membanggakan.
Kamu yang dahulu.
Kamu yang kucintai. Apa adanya.
Hingga kini. Meski kamu bukan lagi kamu…

Posted from WordPress for Android

Advertisements

9 thoughts on “(Bukan) Kamu

  1. “Tapi tahukah kamu, rinduku lebih menggebu dari rindumu
    Luka yang kurasakan menusuk lebih dalam ketika kita tak kunjung bertemu
    Tapi hati kecilku berkata, apalah arti diriku tanpa kehadiranmu”
    hehehe… salam kenal ya…
    Hanya mencoba menyambungkan sesuatu…

  2. Forgive and forget adalah kuncinya…. walau belum bisa forget, setidaknya forgive dulu… forgive keadaan, forgive diri sendiri and forgive masa lalu …
    salam kenal, sis

  3. membaca ini, ibu merasa menaruh bongkahan-bongkahan karang di dalam ruang hati. salut sama orang yg bisa merasakan sedih karena kehilangan seseorang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s