Prasangka dan Ilusi

Andai aku bisa membencimu,
menelan semua prasangka buruk dalam teori tentangmu yang disampaikan kawanku…

Tapi,
entah kenapa aku selalu ingin berprasangka baik padamu.
Bukankah mencintai harus mampu menerima segala kekurangan?

Karena yang kutahu kamu selalu jujur padaku,
kamu selalu menepati janji yang telah terucap.

Kamu hanya pergi sementara untuk kembali penuh keyakinan.

Bukankah seperti itu???

Advertisements

2 thoughts on “Prasangka dan Ilusi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s