Pergi untuk Kembali

Aku melihatmu datang, kemudian duduk di samping tempat aku berbaring. Kamu diam saja. Aku hanya bisa menatapmu, memohon tanpa suara agar kamu tidak meninggalkanku. Aku meminta maaf melalui air mata yang tak juga kunjung henti. Kamu tetap diam. Aku tak berani menutup mata. Aku takut kamu menghilang, tak pernah kembali lagi…

Lalu aku memang harus puas dengan bayanganmu karena kamu tak pernah benar-benar datang.

Kamu tak pernah pergi. Kamu selalu di sisiku, berbicara setiap hari… Dalam ilusi.

Kamu hadir bersama ketidakwarasan yang semakin tak terkendali. Jika memang ini harga yang harus kubayar untuk membersamaimu…

Menjadi gila, puas hidup bersama bayanganmu…

Aku tak tahu lagi harus bagaimana. Aku mencintaimu lebih dari yang aku kira selama ini. Aku tak mau kehilanganmu.

Menjadi gila, puas hidup dengan bayanganmu…

Kemudian mati karena cemburu saat kami mencintai perempuan yang bukan aku.

Bisa jadi aku mati lebih cepat bersama penyesalan yang tak termaafkan.

Aku sudah gila meyakinkan diri berulang kali: kamu hanya pergi sementara. Kamu pasti kembali.

Lagi-lagi itu hanya babak yang kuhadirkan dalam pikiranku. Aku menjadi gila bersama replikamu yang kuciptakan sendirian.

Aku mati, tanpa pernah kamu kembali…

Kamu hanya pergi sementara. Kamu akan kembali…

Kamu hanya pergi sementara.
Kamu akan kembali…

Kamu hanya pergi sementara.
Kamu akan kembali…

Tuhan… Aku ingin mati!!!

Advertisements

11 thoughts on “Pergi untuk Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s