Jatuh Cinta pada Kali Pertama

il_fullxfull.357944937_fg0b

Hei, Cantik! Aku jatuh cinta pada kali pertama melihat paras sucimu. Mata indah yang memancarkan cahaya mungil, bibir tipis yang terukir simetris, semua keindahan lain yang diberikan Tuhan dengan murah hati kepadamu.

Nak, 3 bulan usiamu kini, pipimu semakin montok, tubuhmu bertumbuh melebihi beban yang sanggup ditanggung tubuh mungil ibumu. Betapa menggemaskannya, membuatku rindu setiap hari.

Cantik, kamu memang bukan anakku, tapi seperti anakku karena aku mengikuti perjalanan ibumu sejak awal.

Aku yang mengantar ibumu menemui dokter kali pertama ia menyadari kehadiranmu dalam rahimnya. Aku yang melihat sendiri kesusahan ibumu dengan kamu yang terus bertumbuh di rahimnya sedangkan ia masih harus melewati berbagai ujian demi lulus kuliah.

Aku yang ikut-ikutan menghitung hari bersama ibumu menantikan kehadiranmu di dunia. Aku yang mengetahui pasti kekhawatiran ibumu akan seperti apa jadinya kamu ketika keluar dari rahimnya.

Aku yang meski tak menyaksikan langsung tapi merasa ngeri membayangkan tubuh mungil ibumu berusaha melahirkanmu dengan normal.

Aku yang terharu dan berbahagia sama besar dengan ibumu ketika kali pertama ayahmu mengabarkan kelahiranmu. Aku yang jatuh cinta melihat parasmu saat itu juga.

Aku yang diam-diam iri, ingin memilikimu. Memiliki seseorang sepertimu yang berhak kuakui sebagai milikku.

Nak, sekalipun itu tak kan pernah kejadian, setidaknya masih ada dirimu yang bisa kusayangi.

Cantik, semoga kamu tumbuh menjadi perempuan mengagumkan yang membanggakan orang tuamu. Aku akan selalu melihatmu dari jauh…

Nak, titip ibumu ya. Ia adalah seseorang yang sangat berarti untukku. Jangan pernah sekalipun menyakitinya.

Jika suatu hari kita bertemu, aku mungkin harus sekuat hati menahan gemuruh. Aku akan melihatmu, yang seolah milikku tapi tak kan pernah kumiliki. Dan aku tak terlalu berharap akan memiliki seorang seperti dirimu dalam hidupku. Aku sudah menyerah dan tak tahu arah.

Aku iri, nak, pada ibumu… Aku juga rindu kebersamaan dengannya. Aku iri kepadamu yang bisa selalu di sampingnya.

Aku iri, nak, pada ibumu, sekaligus aku bahagia karena ia telah memilikimu dan ayahmu. Setidaknya ia tak kan kesepian lagi dan harus menanggung luka dalam sunyi.

Tidak seperti aku yang menjadikan sunyi sebagai kawan paling setia. Tidak seperti aku yang entah sampai kapan harus menanggung luka. Sendirian.

Suatu hari jika kita bertemu, aku harap kamu bisa membuatku tahu caranya tersenyum kembali. Aku yakin kamu bisa. Aku yakin. Karena paras memikatmu saja mampu membuatku jatuh cinta di kali pertama.

Nak, semoga Tuhan selalu melimpahimu dengan kemudahan, kebahagiaan, dan segala kebaikan…

Advertisements

2 thoughts on “Jatuh Cinta pada Kali Pertama

  1. Assalamu alaikum, Ukhti. Salam kenal

    Sebuah prolog yang sangat menarik antara Aku, Ibumu dan Anaknya. Penggalan kisah demi kisah sejak “Aku jatuh cinta pada kali pertama” hingga “Suatu hari jika kita bertemu”.
    Begitu banyak cinta menyertai perjalanan anak itu. hingga Aku iri dan rindu untuk selalu bersamanya.
    ……dan tanpa tersadar ternyata kutemukan Aku, Ibumu dan Anaknya berada dalam cinta bersama-Nya.

    Jazakumullahu khair…
    sudah mampir ke gubuk saya.Semoga kita bisa terus berbagi cerita 🙂
    hormat
    ooyi.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s