[REVIEW] Avventura: Kumpulan Cerpen

972806_10201148069765345_678369545_n

Pages & 187 B/W Pages
Kategori: Kumpulan Cerpen
Harga: Rp 45000
Avventura adalah kumpulan cerpen dengan satu tema sebagai benang merah yaitu: Farmasi.Terdiri dari 11 cerpen hasil  karya 9 penulis.
974548_10201148178008051_639474733_nJangan berani bicara mimpi, sedang engkau tak berani membuka mata.
Maka ia benar angan hampa bunga tidur belaka.
Setiap dirimu adalah sebaris warna pelangi, cantik ketika sendiri juga menakjubkan kala disatukan.
(Cerpen sebaris warna pelangi)
1420372_10201148178088053_68383388_n
“Memangnya kenapa sih kamu mau membuat ramuan keberuntungan.
Memangnya kamu tidak cukup beruntung?
Kamu sehat, mapan, supel, good looking, apalagi yang kurang?” 
(cerpen Liquid Luck)
1477479_10201148175567990_1679315706_n
“Aku ini siapa?” tanyanya pada diri sendiri. 
“Aku dulu tak pernah berencana akan jadi seperti ini,
apa jadinya aku jika tak pernah mencobanya?” 
(cerpen Hanya Dia dan Tuhan yang Tahu)
1454377_10201148196808521_1440855424_n
“Kau bertanya apa tadi? Ramuan yang bisa menghidupkan orang mati?
Ramuan yang membuat hidup abadi? Hahaha…” 
“Kau berpikir ramuan seperti itu benar-benar ada?” 
(cerpen The Elixir of Life)
992769_10201148174487963_1402288053_n
“Yang benar saja, Nay. A399X bukan buatan intelijen Amerika.
A399X hanya obsesi seorang profesor yang gila penelitian.
A399X diciptakan untuk penelitian medis, Nay. Mencari obat baru. Jangan mengada-ada.” 
(cerpen The Brilliant Misery)
1454263_10201148248849822_1242268670_n
“Bagaimana arti bahagia dalam hidupmu?” tanya Ore. 
“Bahagia itu ketika semua pekerjaan di kantor beres, produksi obat-obatku berjalan lancar, dan…” jawabku. 
(Cerpen When Coffee is Just Enough)
inilah jalanku
“Nina,” sapa papa sambil tersenyum, “jawaban istikharah itu tidak selalu melalui mimpi. Bisa melalui apa saja.” Papa terdiam sejenak sebelum kembali melanjutkan, “salah satunya ya bisa melalui papa.” 
Begitulah yang terjadi. Papa memilihkan Fakultas Farmasi sebagai pilihan pertamaku. Dan aku pun terdiam. 
(cerpen “Inilah Jalanku”)
1476989_10201148195288483_2053591406_n
“Kau mencari obat kan? Aku punya… Aku punya,” kataku cepat-cepat tanpa berpikir panjang. 
“Hahaha… Kau mau menipuku lagi? Kau bilang tidak ada obat untuk lukaku ini. Tidak ada obat! Hahaha…” 
(cerpen Lika Liku Luka)
1462121_10201148196328509_224626925_n
Aku ada, tapi kau tak menyadari kehadiranku.
Akhir kisahmu merupakan awal dari kisahku.
Saat itulah aku dan kamu saling tahu. 
(cerpen Mawar dari Rose)
1470781_10201148176488013_981797667_n
“Annyeong, Sasa,” Sasa menyodorkan tangan kanannya. 
Aku langsung menyambut uluran tangan itu dengan ramah. “Annyeong, joneun Farma Generation imnida.” 
(cerpen Once in a Lifetime)
1470720_10201148197608541_1924701774_n
“Keluarkan aku dari sini, aku sudah tidak bisa menahan rasa sakit di kakiku.” ujarku. 
Tapi percuma aku meronta dan berteriak tak ada yang mampu menolongku untuk keluar dari kotak penyiksaan ini. 
(cerpen Kemalanganku yang Bermakna)
Luar biasa!! Disela padatnya jadwal akademik, kalian tetap punya ruang imajinasi dan berkejaran dengan mata pena untuk merangkai kata. “Raw material” yang berasal dari pengalaman belajar di Fakultas Farmasi menghasilkan produk cerita yang penuh kejutan. Kemampuan kalian sangat membanggakan. Teruslah bekerja menghasilkan karya!
(Dra. Retno Sari, Msc., Apt- Dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga)

Alur penuh perhitungan logika. Cerpen-cerpen yang mengalir cair bahasanya, bukan karena penulisnya sering bergulat dengan cairan-cairan kimia dan rumus-rumus njilmet yang sudah jelas angkanya. Namun memang karena mereka laskar elang eidelweis, penulis yang cerdas menyajikan kisah tanpa menyisakan resah. Selamat membaca, sepenuh rasa.
(Kirana Kejora, novelis best seller Air MAta Terakhir Bunda)

Ramuan ragam istilah farmasi membuat cerita-cerita dalam buku ini amat menyegarkan. Selama membaca, saya tidak mengharapkan ending nan memukau. Jalinan ceritanya jauh lebih menghanyutkan. Memesona!
(Lalu Abdul Fatah, penulis Travelicious Lombok dan 10 antologi lainnya)
Membaca buku ini menjadi pengingat bahwa impian yang tidak pernah padam akan terwujud suatu hari. Saya salut, ternyata teman-teman saya yang selama ini tenggelam dalam kesibukan mahasiswa farmasi masih sempat mencurahkan imajinasinya dalam jalinan kata dan hasilnya sangat menghibur. Semoga buku ini dapat menginspirasi lebih banyak lagi orang untuk mewujudkan impian mereka, apapun itu.
(Rosi Setyo – Mahasiswa Profesi Apoteker Universitas Airlangga)

Pengen kenalan sama penulisnya: Raditya, Kamelia, Suyuti, Lucia, Tika, Nanda, Fizia, Roisah, Diah.
Facebook Fanpage: Avventura
Beli Avventura: di sini
Advertisements

2 thoughts on “[REVIEW] Avventura: Kumpulan Cerpen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s