Tentang Firasat

…..Sayangku, kupercaya alam pun berbahasa/Ada makna di balik semua pertanda/Firasat ini…/Rasa rindukah ataukah tanda bahaya?/Aku tak peduli/Ku terus berlari…….

Penggalan lirik lagu Firasat karya Dee mengingatkan saya pada pertemuan beberapa hari lalu dengan kawan lama, pacar kakak saya, calon kakak ipar saya (Insya Allah :)). Pertemuan singkat itu membuat kami larut dalam berbagai obrolan.

Salah satu yang paling membuat saya tergelitik hingga hari ini adalah tentang firasat, hmmm… Apalah namanya. Intinya semacam itu. Firasat.

“Tahu nggak sih Tik, Aa-mu itu ya kayak yang tahu aja kalau ada apa-apa ma aku. Aku bohong aja dia kayak yang tahu. Terus omongannya itu selalu aja kejadian. Feeling-nya kuat banget deh. Firasatnya itu loh…”

Deg! Saya langsung teringat bahwa saya juga sering merasa begitu. Kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan seseorang yang saya sayangi pasti saya akan merasa.

Saya bukan peramal, bukan indigo, apalagi punya kekuatan super. Saya hanya selalu memiliki ikatan batin dengan orang yang saya sayangi.

Pernah selama seminggu saya ingat seseorang sampai tidak bisa tidur, menangis tanpa tahu sebabnya, memimpikannya dalam tidur yang hanya 1-2 jam setiap malam, dan ada seperti rasa tertusuk di dada saya. Saya juga tidak tahu sebabnya. Saya hanya merasa terjadi “sesuatu” dengan seseorang itu, yang belakangan saya tahu memang seminggu itu terjadi sesuatu dengannya.

Kemudian minggu lalu saya juga merasakan sesuatu yang sama seperti sebelumnya. Kali ini saya memikirkan seseorang itu lagi dan ada keinginan kuat di dalam hati saya untuk pergi ke kota favorit saya. Dueeer!!! Benar saja, beberapa saat kemudian saat saya iseng mengecek timeline facebook, dia upload foto di kota itu. Ah, lagi-lagi saya abaikan. Setahu saya dia memang ke sana tapi bukan hari itu, jadi saya pikir dia baru sempat upload foto aja. Beberapa hari kemudian saya -dengan cara yang ajaib- tahu kalau hari itu dia benar-benar ada di sana.

Saya selalu waspada jika sudah mulai teringat seseorang secara intens dan kuat banget. Saya tidak tahu apa yang terjadi, saya hanya merasa ada yang terjadi. Saya juga tidak selalu merasakan hal buruk yang terjadi, saya memang tidak bisa membedakan. Sekali lagi saya hanya merasakan ada “sesuatu” terjadi dengan seseorang yang saya sayangi.

Saya tidak tahu apa namanya. Firasat. Semacam itu.

Kadang firasat ini sangat mengganggu karena jika yang terjadi adalah sesuatu yang buruk, perasaan sakit dan tertusuk di dada kiri saya sangat menyiksa.

Apapun itu saya tetap bahagia. Anggap saja firasat itu semacam surat kabar dari Tuhan yang membawa berita tentang seseorang yang sangat ingin saya temui tetapi tak ingin menemui saya dan mustahil menemui saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s