Berhentilah Memberiku Mimpi!

Kawan, aku yakin kamu tahu sesulit apa aku mempertahankan kewarasan sejak ia pergi tanpa penjelasan.

Kawan, aku yakin kamu tahu seberapa besar rindu yang kutabung setiap waktu.

Dan kawan, aku yakin kamu juga tahu seberapa besar inginku bertemu dengannya lagi.

“Kamu mau ketemu dia secara langsung?”

Entah itu retoris atau sebuah tawaran.

Tapi kawan, berhentilah memberiku mimpi yang mustahil untuk kugenggam.

Bagaimanalah pula aku bisa bertemu dengannya, sedangkan ia tak ingin?

*terhenyak membaca sebuah pesan.

Advertisements

7 thoughts on “Berhentilah Memberiku Mimpi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s