Ulang Tahun Paling Sunyi

image

Selamat ulang tahun, Tika…

Tahun lalu saya masih melewatkan ulang tahun bersama teman-teman dekat. Saat itu 14 November malam, kami berlima berkumpul di Wapo. Sekedar makan malam karena lama terpisahkan kesibukan. Tak terasa malam berganti menjadi 15 November, begitu saja seiring dengan gelas capucino saya yang sudah kosong sejak tadi. Saya lupa tanggal sama sekali karena memang tak pernah ada perayaan apapun.

Tiba-tiba saja keempat teman saya memberi selamat saat hendak membayar tagihan di kasir. Seketika tengah malam itu menjadi sedikit riuh oleh antusias akan ulang tahun yang bahkan hendak saya lewatkan pada awalnya. Lagu selamat ulang tahun yang sumbang pun membuat saya terharu.

Dan kegilaan mereka semakin berlanjut. Mereka tak ingin membuat saya tak mendapatkan kado. Mereka menelpon seseorang yang special untuk saya saat itu, memaksanya mengucapkan selamat ulang tahun. Padahal orang yang ditelpon tengah terlelap dan lupa sama sekali perkara hari lahir saya. Ya karena dia special buat saya, tidak sebaliknya. Tawa tak pernah lepas dari wajah saya selepas tengah malam itu. Saya bahagia bersama mereka dengan segala kegilaan yang dapat dibagi. Dini hari itu ditutup dengan makan es krim di beranda kosan.

Dan waktu berlalu begitu saja hingga tahun ini saat saya kembali bertemu hari lahir saya. Sendirian. Tak ada sekawan yang bisa saya ajak berbagi. Pun seseorang yang special tahun lalu itu tak lagi special karena saya sudah menemukan orang baru. Tak ada kegilaan yang membuat saya tertawa. Segalanya sunyi.

Dan saya harap-harap cemas. Akankah seseorang yang special tahun ini mengingat hari istimewa saya? Saya sudah tahu jawabannya: TIDAK.

Meski tahun ini adalah ulang tahun paling sunyi, sebenarnya sama saja. Saya sedang membenahi luka yang entah kenapa selalu masih tersisa di hari yang seharusnya saya lewatkan dengan perayaan. Minimal sebuah senyuman.

Tapi saya tetap bersyukur masih diberi kesempatan untuk sampai di usia yang baru. Dan meski ini ulang tahun paling sunyi dalam hidup saya, setidaknya saya masih bisa berterima kasih pada teman-teman yang menyempatkan mengirim kado. Membuat saya terharu dan butuh waktu lebih panjang untuk sekedar membuka pembungkus kertasnya.

Aku tak butuh perayaan tahun ini. Tuhan, hari ini aku boleh meminta apapun bukan? Aku hanya ingin bertemu dengannya. Atau tiba-tiba saja aku terbangun dan menyadari bahwa semua ini mimpi buruk belaka…

-Tika-
Tengah malam. Sunyi.

*Aku merindukanmu. Ingin bertemu. Hampir gila setiap kali terbangun dari mimpi tentang kita. Tiba-tiba saja tangis tak bisa kuhindari. Jadi karena ini ulang tahunku, aku bebas menangisimu sampai hari ini berlalu…

Advertisements

36 thoughts on “Ulang Tahun Paling Sunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s