Teriakan Kekosongan

image

Celah jemari ini kian renggang,
setelah kau pergi,
menyisakan jejak genggaman.
Tadinya hangat,
kemudian dingin…

image

Pundak ini semakin ringkih,
menanggung jerih,
setelah kau pergi,
menyisakan jejak rengkuh.
Tadinya hangat,
kemudian dingin…

image

Dahi ini semakin berkerut,
menanggung rindu,
memenjara kenangan,
setelah kau pergi,
menyisakan belai lembut.
Tadinya hangat,
kemudian dingin…

image

Jejak air mata semakin menumpuk di pelupuk,
menjelma perih,
setelah kau pergi.
Tadinya tawa,
kemudian luka…

Bahkan seluruh tubuhku meneriakkan kekosongan…

Advertisements

9 thoughts on “Teriakan Kekosongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s