Menyebut Namamu dalam Tidur

“Aku lupa bertanya kepadamu. Kemarin malam saat aku menginap di kamar kosmu, tengah malam kamu berbicara dengan siapa?”

“Tengah malam?”

“Iya tengah malam. Apakah kamu menelpon seseorang?”

“Aku tidak ingat apapun dan tidak menelpon. Siapa yang mau kutelpon tengah malam?”

“Ah…mungkin kamu bicara dalam tidur.”

“Entahlah. Memangnya apa yang kubicarakan?”

“Hmm…aku tidak terlalu jelas mendengarnya. Yang kutahu kamu menyebut nama seseorang berkali-kali.”

“Nama seseorang?” Aku mulai was-was.

“Ya. Hmm… Kalau tidak salah E…”

“Cukup. Aku tahu.” Kupotong ucapannya. Aku tak kan sanggup mendengar namanya disebut.

“Aku tidak tahu siapa ia. Tapi kalau kamu menyebutnya bahkan dalam tidurmu, ia pasti seorang yang istimewa.”

“Seseorang yang telah pergi dan aku tak sanggup menahannya.”

“Jangan terlalu dipikirkan. Kalau kamu tulang rusuknya, kamu pasti kembali padanya.”

Aku terdiam. Aku tak suka terlihat begitu rapuh di hadapan manusia lain.

Aku menyebut namamu dalam tidurku? Sebenarnya setiap malam aku bermimpi pergi ke suatu tempat bersamamu, hanya kita berdua, berpetualang dari satu tempat ke tempat asing lain.

Aku tak tahu apa arti mimpi itu. Yang kutahu, setiap detik aku mengkhawatirkanmu, meski diriku sendiri lebih pantas kukhawatirkan.

Aku hampir gila…

Advertisements

26 thoughts on “Menyebut Namamu dalam Tidur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s