Waktu Enggan Menunggu

Sampai kapan kita akan terus berperang? Melawan sesuatu yang tak kelihatan bernama penyangkalan…

Sampai kapan?

Aku, kamu berjalan pada jalan panjang sejajar yang enggan melebur dalam titik penyatuan.

Sedang waktu enggan menunggu, terus berlari. Berkonspirasi mempercepat jarak kita.

Tak bisakah kita duduk berhadapan dengan segelas teh hijau berasap? Berbincang. Menghapus semua salah paham. Memulai awal baru.

Ah tapi mungkin itu ketinggian. Cukup temui aku sekali lagi. Setidaknya ucapkan selamat tinggalmu dengan benar.

Atau ijinkan aku memesan kereta subuh, menemuimu pagi hari. Menikmati senyummu dalam diam.

Yang mana saja. Terserah. Setidaknya bebaskan aku dari rasa rindu. Sementara saja.

Aku menunggu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s