Tes Kepribadian

Manusia secara alami tertarik pada diri sendiri maupun hubungan sosial dengan orang lain. Mempelajari diri sendiri berguna untuk mengembangkan potensi diri dan memperbaiki kekurangan diri, sedangkan mempelajari orang lain berguna untuk menjaga keharmonisan hubungan. Meskipun saat ini belum ada teori atau alat tes yang bisa 100% menggambarkan kepribadian dan perilaku manusia. Setiap individu memang memiliki keunikan masing-masing yang tidak mungkin disamai bahkan oleh kembaran identik sekalipun.

Saya  baru saja mengetes kepribadian saya sendiri dengan menggunakan Tes MBTI (Myer Briggs Type Indicator). Sebenarnya banyak alat tes yang bisa digunakan untuk mengetes kepribadian, kenapa saya memilih MBTI? Simpel saja, saya menemukan blog yang memberikan tes MBTI gratis (hahaha….jangan berharap saya akan menjelaskan kelebihan tes ini. NO. Saya bukan orang psikologi. Saya tidak mengerti :D)

Oke, bagi yang tertarik untuk melakukan tes ini juga silakan kunjungi blog ini.

Dan hasil tes saya adalah: INFP (Idealis)

I = Introvert

N = Intuition

F = Feeling

P= Perceiving

Saya tidak akan menjelaskan satu persatu apa artinya dari keempat hal tersebut karena terlalu panjang dan saya juga bukan ahli psikologi (takut salah karena tidak begitu paham :))

Saya hanya akan membahas sedikit tentang hasil tes saya. Jadi orang dengan tipe INFP itu seperti apa sih?

Katanya saya ini (benar atau tidak silahkan orang terdekat saya yang menilai, kalau saya pribadi sih merasa itu benar :D):

  1. Sangat perhatian dan peka dengan perasaan orang lain. Saya memang paling tidak bisa melihat teman sedih, pengennya bantu, ya minimal dengerin kalau ada masalah. Jadinya saya sering jadi “tempat sampah”, pernah ikutan nangis bareng-bareng teman yang curhat, pernah sampe pegel karena dipeluk temen yang nangis dalam posisi berdiri lamaaaa (yang dipeluk cewek ya, hehe…). Tapi anehnya saya nggak bisa begitu ma temen saya. Saya nggak bisa mengespresikan kesedihan atau kebahagiaan saya, kadang ekspresi saya datar. Kalau mau nangis ya sendirian di kamar, pelan-pelan biar orang nggak denger atau sambil hujan-hujanan biar nggak ketahuan. Tapi ada  satu orang beruntung (apa sial???) yang pernah saya tidak bisa menahan tangis di depannya, abis itu nyesel sih soalnya maluuuuu banget.
  2. Penuh dengan antusiasme dan kesetiaan, tapi biasanya hanya untuk orang dekat. Antusiasme? Ya, saya selalu antusias apalagi dengan hal-hal baru karena saya ini nggak suka rutinitas yang mengekang. Sangat membosankan. Saya bisa gila kalau terjebak rutinitas. Kesetiaan? Nggak usah ditanya dan diceritakan lah, orang yang mengikuti perjalanan hidup saya atau membaca tulisan di blog saya dengan teliti (analisa, resapi, hayati, ahahaha….lebay :)) pasti mengerti seperti apa kadar kesetiaan saya.
  3. Peduli pada banyak hal. Cenderung mengambil terlalu banyak dan menyelesaikan sebagian. Peduli pada banyak hal bukan berarti kepo ma privasi orang ya apalagi sampe bergosip (kadang sih tapi biasanya emang nggak terlalu suka, risih aja ngomongin orang apalagi nggak kenal baik orangnya kan itu namanya fitnah). Intinya adalah banyak hal baru dan menarik di luar sana yang membuat saya melirik, ngajak kenalan, akhirnya respect dan concern buat ngurusin itu. Terlalu banyak mengambil? Ya mungkin karena dari terlalu peduli itu dan saya juga suka nggak tegaan kalau diminta tolong, nggak tega bilang TIDAK, tapi kalau menyelesaikan sebagian itu awalnya saja sih, akhirnya selesai juga kok walaupun lama (sampe yang nunggu lumutan :D), karena saya nggak suka ingkar sama apa yang saya janjiin. Oleh karena itu saya sangat hati-hati (lebih tepat menghindari) untuk berjanji, takut nggak bisa nepatin karena itu menyiksa sekali bagi saya.
  4. Cenderung idealis dan perfeksionis. Yang saya garis bawahi adalah perfeksionis. Parah, sangat parah. Tapi sekarang udah mulai berkurang kok, saya belajar untuk menempatkan kapan harus perfeksionis dan seberapa kadarnya (Ah kadang masih kumat sih perfeksionis buat yang nggak penting, but it’s ok lah kan perlu waktu mengubah sifat yang sudah mendarah daging :D).
  5. Berpikir win-win solution, mempercayai dan mengoptimalkan orang lain. Saya memang selalu memikirkan perasaan orang lain, tidak suka konflik, dan cenderung mengalah. Jadi sebisa mungkin mengambil keputusan yang melegakan berbagai pihak, tapi kadang hal ini merepotkan saya sendiri, suka pusing sendiri ditambah dengan sifat saya no. 4. AAAAAAA…. but enjoy it! Karena orang yang sehat mental itu yang menerima dirinya apa adanya dan menjalani takdir yang diberikan Tuhan kepadanya. So, jangan menyangkal diri sendiri deh bikin capek dan nggak sehat mental.

Nah setelah mengetahui hasil tes kepribadian, saya juga diberi saran pengembangan agar menjadi lebih baik ke depannya, sebagai berikut:

  • Belajarlah menghadapi kritik. Jika baik maka kritik itu bisa membangun Anda, namun jika tidak abaikan saja (saya kadang terlalu mikirin, padahal kalau nggak penting abaikan aja. OK akan saya mulai). Jangan ragu pula untuk bertanya dan meminta saran (Nah ini sulit, saya terlalu malu untuk bertanya dan terbiasa menyelesaikan atau mencapai apapun sendirian karena saya nggak mau tergantung ma orang lain).
  • Belajarlah untuk bersikap tegas. Jangan selalu berperasaan dan menyenangkan orang dengan tindakan baik. Bertindak baik itu berbeda dengan bertindak benar (wohooooo….).
  • Jangan terlalu menyalahkan diri dan bersikap terlalu keras pada diri sendiri. Kegagalan adalah hal biasa dan semua orang pernah mengalaminya (Tuh kaaaan….apa saya bilang, perfeksionis parah itu membawa bencana :().
  • Jangan terlalu baik pada orang lain tapi melupakan diri sendiri. anda juga punya tanggung jawab untuk berbuat baik pada diri sendiri (hahahaha….tahu aja nih yang bikin tes kepribadian)

Terus katanya juga profesi yang disarankan untuk saya itu: Penulis, Sastrawan, Konselor, Psikolog, Pengajar, Seniman, Rohaniawan, Bidang Hospitality. Hmm….. sepertinya yang masih mungkin itu sebagai penulis, sastrawan, atau pengajar (eh inget loh kamu itu Pharmacist yang udah di SUMPAH buat mengabdikan diri pada kemanusiaan. Ugh kalau inget ini kembali bertekad jadi Pharmacist yang baik. OMG, Sumpah itu nggak bisa ditawar karena pertanggung jawabannya kepada Tuhan).

Jangan terlalu serius lah bacanya. Just for fun aja dan mengenal sedikit tentang saya, karena ini baru sedikit sisi saja dari diri saya, banyak hal lain yang bahkan saya sendiri belum memahaminya.

Sekian. Terima kasih 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Tes Kepribadian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s