#2 Dialog dengan Diri Sendiri

Tetiba saja hari ini saya ketagihan lagi meluangkan waktu, bertanya, mengobrol, dialog (monolog), atau apapun istilahnya dengan diri sendiri sendiri. Benar kan apa yang saya bilang di posting sebelumnya? Saya benar-benar ketagihan ๐Ÿ™‚


Sebenarnya apa yang kamu lihat dari seseorang yang kamu cintai?

HAH? Maksudnya apaan nih? Saya nggak ngerti pertanyaannya. Hmm… Jika saya jatuh cinta saya jarang (tidak pernah lebih tepatnya) bisa melihat mata cowok itu, jadi saya nggak nyadar apa warna matanya coklat atau kuning emas, hidungnya mancung apa bengkok, matanya sipit apa belo, ya pokoknya saya nggak yakin dengan penampilan fisiknya seperti apa. Soalnya saya kebanyakan jatuh cinta ma isi otaknya yang…. apa ya …. unik (penghalusan dari aneh :))

Itu bukan sih maksud pertanyaannya? Ah bodo ah…penting gue udah jawab ๐Ÿ˜€

Kamu lebih suka meninggalkan atau ditinggalkan ?

Ini pertanyaan apaan sih… kok kayak gini semua???? (Udah lah lo jangan banyak protes, jawab aja!!)

Hmmm….. nggak dua-duanya kali ya. Tapi kalau diganti pertanyaannya jadi mana yang lebih sering meninggalkan atau ditinggalkan, jawabannya: DITINGGALKAN!!! (Puas lo? PUAS? :D)

Tapi sebenarnya nggak signifikan sih. Disatu sisi saya ditinggalkan tapi di sisi lain saya juga meninggalkan, jadi nggak ada sesuatu yang mutlak seperti…(STOP! Ngeles aja deh lo! Terima nasib aja lah… hahaha :D)

Ya sudahlah….. begitulah…..

Pemaaf atau pendendam?

Siapa? Saya? Hmm…. kenapa pertanyaan hari ini belibet semua sih? Kenapa bikin mikir sih? Kan mau asyik-asyikan ๐Ÿ˜ฆ

Singkat saja: dimaafin tapi nggak dilupain. Tapi nggak sampe dendam apa lagi bales dendam.

Kamu kalau sedih maunya ngapain?

Tidur. Hujan-hujanan. Nangis di pojok kamar, sendirian, nggak mau diganggu. Jalan kaki sendirian tak tentu arah malem-malem. Itu aja sih.

Siapa pengarang favoritmu?

Baca dong about me nya.

Saat kamu bahagia, ngapain?

Senyum dong. Setiap saat kepada setiap orang. Saya juga kalau bahagia bersedia disuruh-suruh apa aja. (Awas lo jangan manfaatin gue kalau lagi bahagia :D)

Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk TIDAK LAGI merindukan orang yang tidak mungkin kembali?

AAAAAAAAA….entahlah. Tak terhingga ๐Ÿ˜ฆ

Kalau kesedihan itu makanan, pilih rasa apa?

WHAT??? Udang mungkin. Soalnya bikin saya alergi, gatel-gatel, gawat kalau sampe kena anapylactic kan?

Katakan dengan jujur apa yang paling tidak kamu sukai!

Ada orang udah janji terus diingkari. Sebel banget.

Tukang ngaret!!!! OMG emang hidup saya ini buat nungguin dia aja?

Dibohongi apalagi ma temen sendiri. Meski kejujuran itu pahit, bagi saya dibohongi lebih menyakitkan ๐Ÿ˜ฆ

Tokoh dalam novel yang paling menggambarkan dirimu?

Tidak ada yang sama persis. Yang hampir mirip: Nona Alien di Surat Panjang Tentang Jarak Kita Yang Jutaan Tahun Cahaya.

Tapi kalau bisa milih, saya ingin seperti Elektra dalam Petir ๐Ÿ˜€

Ah sudahlah…nanti bakal saya fiksikan diri saya sendiri. ๐Ÿ™‚

Laut atau gunung?

Laut. Tapi saya juga suka hutan…..

ย 

Ah….sudah sudah sudah!!!!! Nggak asyik banget pertanyaan hari ini.

See you in the next post….

Mau bobo-bobo cantik dulu ๐Ÿ™‚

Advertisements

2 thoughts on “#2 Dialog dengan Diri Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s