Perempuan yang Tak Sanggup Beranjak Pergi

Hai! Masih ingatkah kamu kita pernah duduk dengan gelas minuman di lantai 4 sebuah gedung?
Kemudian kita berceloteh tentang kekonyolan masa lalu sambil menatap jendela benderang oleh ribuan lampu kota yang menghias malam.
Dan kamu berpindah tempat dari sampingku hingga kita berubah berhadapan.
Namun tak juga kita berani saling menatap. Tetiba saja kita saling
diam.
Aku tak pernah tahu apa yang kamu pikirkan bahkan sampai punggungmu tak terlihat lagi saat berlalu meninggalkanku.
Lalu apa yang tersisa?
Setiap hari aku merindumu dan
kembali ke kursi yang sama dengan segelas minuman yang juga sama.
Menunggumu yang tak akan pernah datang.
Sampai lelah.
Sampai lampu kota itu meredup.
Sampai aku diusir karena gedung itu mau tutup.
Aku menunggumu ulurkan jemari, melangkah bersama membangun hidup.
Cukup kamu bersama binar matamu…
Aku tak butuh apapun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s