Sampai Kapan?

Sampai kapan kamu akan terus diam?
Sampai kapan kamu akan lari dari apa yang semestinya dipertanggung jawabkan?
Sampai kapan aku dan kamu bersisian tanpa saling menyapa?
Sampai kapan kamu membiarkanku terus menerka-nerka?
Sampai kapan kamu menyiksaku dalam rasa bersalah?
Sampai kapan kamu membuatku gamang dalam kecemburuan?
Sampai kapan?
Mengapa tak kamu coba berdamai saja dengan perasaan?
Jika memang ia ada…
Tak lelahkah kamu terus berlari?
Hidup dalam penyangkalan-penyangkalan.
Berspekulasi dalam pikiran sendiri tanpa pernah mencoba mengurai segala prasangka.

*aku tidak butuh apapun, cukup kamu ada. Untukku…

Advertisements

One thought on “Sampai Kapan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s