Satu Saja Pertanda

Hari ini aku ingin bercerita tentangmu dengan sederhana.

Ketika seseorang mengenalkanmu padaku, aku tak terlalu antusias.   Seseorang itu berharap akan ada sesuatu diantara kita. Aku hanya tertawa kala itu. Kemudian aku mulai pasang harga. Ok, aku mau kenalan tapi kamu yang harus duluan. Hahaha…Lucu sekali sebenarnya. Aku yang agak cerewet, apa adanya, nggak suka jaim, jadi sok diam dan sok-sok yang lain.

Then, finally we know each other.

Hampir setiap hari aku berinteraksi denganmu melalui teks-teks jarak jauh. Bagaimana perasaanku? Entah! Aku hanya menikmati setiap waktu yang kamu luangkan untukku. Pura-pura ngambek dengan kejahilanmu. Tertawa dalam candaanmu. Tersenyum dengan kepolosanmu. Terkadang juga marah denganmu yang mudah sekali men-judge sesuatu. Tak jarang kehilangan saat kamu tak menyapaku. Mungkin sedikit rindu? Mungkin…

Kemudian yang aku tahu adalah ingin membuatmu lebih bahagia.

Kemarin aku begitu terharu saat kamu berterima kasih untuk sesuatu yang bukan apa-apa kurasa. Kemarin aku ingin menangis saat kau mengirimkan foto-foto itu. Kemarin aku begitu tersentuh saat kamu menyukai setiap hal, bahkan sebuah kesepelean semisal warna dan corak kertas pembungkus.

Dan aku mulai mengulang membaca setiap kata yang kamu kirimkan untukku. Tersenyum, tertawa, terharu, menangis. Semua itu kunikmati sendirian. Tapi entah kenapa aku bahagia. Meski aku tak mengerti apa yang ada di kedalaman hatimu.

Tak bisakah kamu beri satu saja pertanda? Agar aku bisa membaca ke manakah arah k-i-t-a… Satu saja!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s