Air Mata Pertama Untukmu


Malam ini aku menikmati perayaan.

Menari-nari di atas genangan air mata pertama untukmu.

Aku tak mengerti apa yang terjadi

Hanya kesakitan di tempat jantungku berada.

Sakit.

Sakit.

Sakit.

Ternyata persaan-perasaan akan ditinggalkan itu bukan hanya sekedar insting selewatan.

Perasaan-perasaan  akan ditinggalkan itu nyata.

Sesak

Sesak

Sesak

Dan  aku mulai bernyanyi

Melagukan lagu lama yang bercerita kematian.

Aku tak tahu harus bagaimana

Bahkan aku tak sanggup merapal doa….

Sakit…

Sakit di tempat jantungku berada.

Sakit

Sakit

Sakit

Menari-nari dalam genangan air mata

Air mata pertama untukmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s