Pertanyaan

“Ketika kamu ragu akan sebuah urusan, maka tanyalah kepadaNya.”


Lalu aku mulai bertanya kepadaNya tentang satu urusan tentang kamu, yang mulai mengganggu, semakin membingungkan dari hari ke hari. Aku bertanya kepadaNya. Aku takut pada perasaan-perasaan ditinggalkan itu.

Aku tak ingat berapa kali bertanya kepadaNya.

Kali pertama setelah aku bertanya, kali pertama itu pula kamu hadir di mimpiku.

Kali kedua, aku lebih tenang. Perasaan-perasaan ditinggalkan itu masih ada, namun seolah ada kekuatan yang meredamnya sehingga aku tak perlu berperang dengan kekhawatiran yang tidak perlu.

Kali ketiga, kamu kembali hadir di mimpiku.

Kali keempat, kamu juga hadir di mimpiku. Memberikan sesuatu untukku.

Bagaimana?

Ingin aku percaya bahwa semua itu adalah jawabanNya. Tapi aku takut salah, takut itu hanya refleksi dari alam bawah sadarku yang memikirkanmu.

Jika kamu ragu, tanyakanlah kepada nuranimu.

Kemudian aku mulai memilah-milah nuraniku. Bahkan mulai mencari jejak-jejak pertanda atau sekedar isyarat samar darimu. Tapi aku tak menemukan bahkan sekedar remah yang bisa kujadikan pegangan. Aku takut. Takut bahwa Dia hanya memberikan satu paket rasa, bukan dua seperti yang seharusnya.

Aku harus bagaimana? Haruskah kukatakan padamu tentang segala urusan ini? Tapi….Bagaimana caranya? Mungkin aku harus kembali bertanya kepadaNya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s