Lullaby


Dalam malam-malam yang kulewatkan tanpa mampu terlelap, aku teringat masa kecil. Ketika ibuku mengelus perlahan rambutku, menceritakan dongeng-dongeng indah dari negeri jauh dan menyanyikan lullaby dalam rangkaian nada mengagumkan. Seiring usia yang menggusur masa kanak-kanak, tak ada lagi lullaby maupun dongeng-dongeng. Dan aku mulai berperang melawan insomnia. Sendirian. Setiap malam.

I miss my mom’s lullaby. Can you take place, sing a lullaby for me? Be my sleeping pills?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s