Hai, Seseorang!

Hai! Seseorang yang memiliki lahan kosong di hatinya, tak bisakah sewakan saja untukku? Aku akan menanam sejuta krisan warna warni, kusulap lahan kosong itu menjadi taman bunga. Ada juga hamparan rumput hijau muda dengan pohon rindang yang menggugurkan dedaunan. Lalu kutiup-tiupkan angin yang melenakan. Meletakkan sarang-sarang burung di setiap dahan pepohonan. Dan tak lupa milyaran kupu-kupu yang mengepak-ngepak sayap memabukkan.

Hai! Seseorang yang memiliki lahan kosong di hatinya, perkenankanku untuk menyewa lebih lama, kan kubangun sebuah rumah mungil di tengah taman krisan yang berbunga warna-warni. Kubangun rumah dari kayu kecoklatan. Berpagar bunga liar merambat membentuk gerbang masuk yang mengundang. Berhias jendela-jendela raksasa yang bertirai merah muda. Dengan sebuah pohon apel didepannya. Sebuah ayunan tergantung di beranda.

Hai! Seseorang yang memiliki lahan kosong di hatinya, perkenankan kupindahkan samudra pada sisi hati yang masih lengang. Agar bisa kau nikmati pantai, menginjakkan kaki pada pasir putih hangat, bercengkrama dengan ombak yang berbuih-buih. Berperahu sesekali, menyelam menengok kumpulan terumbu karang, bermain-main dengan ikan yang melenggok malu-malu.

Hai! Seseorang yang memiliki lahan kosong di hatinya, apa lagi yang mesti kubangun untuk mengenyahkan kekosongan? Entah. Mungkin kau ingin memberikan lahan kosong untukku? Sehingga kubisa tinggal, berayun-ayun di beranda rumah mungil tengah taman, menengok sisi pantai yang ombaknya bersenandung lagu lama.

Maukah?

***********

Advertisements

2 thoughts on “Hai, Seseorang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s