Sesak

Betapa saat ini aku ingin merutuk tentang kamu

yang selalu tertinggal dalam kenangan di sudut jiwa.

Padahal sudah ingin kubuang sisa-sisa jejakmu

mengikatnya dalam karung

kemudian mengirimnya dengan paket kilat ke masa lalu

 

Tapi saat aku memandangi rintik hujan di jendela

mendadak aku tak rela kehilangan

ada rindu yang menelusup samar

perlahan mendekap erat

hingga  mendadak ada sesak dalam dadaku.

Detik berikutnya aku menangis,

berharap aku tak pernah hadir di hidupmu,

agar tetap bisa kuhadapi hari bersama sunyi,

yang menenangkan…

Sungguh, kulelah berdampingan dengan sosok imajinermu

 

Ternyata,

kehilangan sulit sekali dihadapi.

Ternyata,

kamu…. sulit sekali disingkirkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s