Perasaan-Perasaan akan Ditinggalkan

“Kenapa kamu selalu terlalu jujur? Menceritakan rahasia-rahasia.”

“Aku tahu kamu akan bosan. Laman-lama tak tahan.”

“Jika kamu tahu kenapa tetap kamu lakukan?”

“Karena aku sedang mengujimu.”

“Untuk apa?”

“Untuk apa? Menjawab penasaran mungkin.”

“Penasaran tentang?”

“Entahlah.”

“Aku tak mengerti.”

“Aku hanya takut….”

“Takut apa?”

“Takut suatu hari, siapa tahu…aku bakal jatuh cinta.”

“….”

“Dan kamu ternyata tak tahan di sampingku.”

“Kenapa bisa begitu?”

“Aku tak tahu.  Aku selalu punya perasaan-perasaan akan ditinggalkan.”

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s