Mengapa?

Mengapa harus memulai jika tak ada akhir?
Mengapa harus menunggu jika bisa ditentukan di awal?
Mengapa harus ada hubungan-hubungan jika tak ada tujuan?
Mengapa harus berjalan terlebih dahulu jika penuh ketidakpastian?
Mengapa?
Mengapa?
Mengapa?
Mengapa aku selalu terjebak dalam lingkaran yang sama?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s