Ayah dan Sebatang Coklat

Kali ini aku akan bercerita tentang ayahku. Ayahku adalah orang yang tegas, keras, dan disiplin. Badannya yang tinggi besar, kadang berkumis dan berjenggot kalau belum dicukur, sekilas melihatnya orang lain pasti menganggap seram. Memang seram sih, hehehe, -ssst jangan bilang-bilang ya. Ya, ayahku emang galak sih. Karena itu juga aku sungkan dan nggak terlalu dekat. Tapi….

I always love him and want to be a proud daugther for him. Even I never tell him how much I love him.

Aku dan ayah pernah berbagi kenangan masa kecil yang sama. Kenangan sebatang coklat. Saat aku masih balita, entah kenapa dan bagaimana mulanya, aku suka sekali makan coklat. Dan coklatnya harus Silverqueen bukan coklat ayam jago seratusan -hahaha…manja banget ya, anak kecil yang tidak tahu diri 😛

Silverqueen pada saat itu cukup mahal harganya bagi keluargaku yang sederhana. Tapi aku tak mau kompromi lagi, sekali Silverqueen tetap Silverqueen, –berharap ada CEO Silverqueen yang kesasar di blog ini terus karena aku udah promosi maka dikasih gratisan se-truk. Mustahil lah! Ah biarin lah namanya juga angan-angan.

Ayahku tahu banget lah kegilaanku pada Silverqueen saat itu dan beliau selalu memenuhi keinginan itu. Sehari aku bisa menghabiskan berbatang-batang Silverqueen, nggak pernah ingat persisnya berapa yang jelas banyak lah dan yang pasti kalau mau bobo aku nggak ngedot susu kayak balita lain. Yes, aku emut-emut tuh Silverqueen sampai habis. Jangan tanya gigiku, Atas bawah gigi bagian depan hitam dan gompal-gompal sebelum kemudian pada hilang semua menyisakan hanya gusi. OMPONG!

Dan karena itu juga, ibuku selalu siap sedia stok Silverqueen, mungkin kalau ada award pelanggan yang berdedikasi, ibuku bisa menjadi juara 1 saking seringnya beli Silverqueen.

Nah suatu hari -sebenarnya kejadiannya selalu berulang sih nggak hari itu aja- karena kesibukan ibu atau entah apa beliau lupa dengan stok Silverqueen. Yes, cuma tinggal sebatang. Malamnya aku emut-emut seperti biasa sebelum tidur. Ibuku was-was tapi dipikirnya ah paling bentar lagi tidur, nggak bakalan minta lagi.

Ternyat ibu SALAH. Tengah malam saat coklat yang aku emut-emut itu habis….Yeah. Aku menangis dengan kerasnya membangunkan semua, ayah, ibu, kakak. Tetangga juga pada bangun sepertinya –ini lebay-, mengira-ngira apa aku disiksa atau kerasukan. Awalnya ayah-ibuku nyuekin aja aku nangis, duh tega ya! Tapi karena nggak berhenti-henti juga selama 1 jam -keren banget dah nangis 1 jam jerit-jerit tanpa henti- ayah mengalah. Antara kasihan denganku dan juga menjaga image di mata para tetangga yang mungkin berprasangka aku disiksa ayahku.

“Yuk beli coklatnya!” begitulah ayahku yang kesal, sedikit mengantuk, dan kasihan juga sama putri satu-satunya -saat itu aku belum punya adik- mengalah. Hore! Ingin aku berteriak dan menari-nari saat itu, tapi jaim -anak kecil udah tahu jaim. Sok-sok an masih terisak-isak kuikuti ayah dan duduk di bangku depan mobil yang sudah siap berangkat.

“Tuh tutup kan?” Ayah menunjukkan toko terbesar di pasar. Ya saat itu belum menjamur berbagai alfamart, indomaret, dan sejenisnya yang buka 24 jam. Toko itu adalah toko terbesar satu-satunya di desa tempatku tinggal. Satu-satunya juga yang menjual Silverqueen.

Melihat toko yang tertutup rapat, akhirnya aku mengalah dan minta pulang. Sampai kembali di rumah aku udah tidur, kecapaian. Ayah harus menggendongku dari mobil.

Ternyata aku anak yang sangat merepotkan -sampai sekarang juga sih-

Love,

Gadis kecil ayah yang mulai belajar menjadi seorang Woman 🙂

*Waktu kecil aku terkenal sekali Ratu Nangis, sampai udah gede pun sering banyak yang nanya masih nangis apa nggak. Jadi malu…

*Untuk ayah yang bertambah usia bulan lalu, forgive me karena belum bisa memenuhi 1 keinginanmu yang sering ayah minta saat aku pulang ke rumah. Doakan anakmu bisa segera mewujudkannya. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s