Menemukan Kembali

Jika…..hanya jika -aku tak berani berspekulasi lebih jauh, sudah terlalu banyak akhir yang menyisakan luka. Dan luka tetap lah luka yang akan selalu berbekas.

Jika….

Jika saat itu tiba, bagaimanalah caraku menemukan kembali?

Menemukan kembali irama dalam setiap rangkaian cerita. Mengenyahkan hampa, sunyi, hambar, dan sisa-sisa luka yang masih menganga. Bagaimana? Memacu kembali detak jantung yang sudah sekarat. Menghadirkan apa yang seharusnya ada bersama rasa.

Mungkin…

Telah habis dayaku terserap ketidakmungkinan itu. Ah, sudahlah semuanya hanya kenangan. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu. Masa lalu selalu berbahaya karena penuh tipu daya untuk menahanku memulai langkah pertama menuju awal baru.

Sudah cukup aku menikmati kesakitan. Hanya soal waktu untuk menemukan kembali. Mungkin tak kan sama. Tapi setiap cerita memang punya racikan bumbu sendiri untuk menciptakan rasa yang -percaya saja- akan selalu menganggumkan. 🙂

* semoga kutemukan kembali.

Surabaya, 9 Juli 2013 -menjelang Ramadhan pertama esok hari

Hai! Bukankah ini sempurna sekali? Semoga saja awal bulan suci membawa berkah menuju kemudahan untukku menemukan kembali. 

*seorang yang selalu mencintai, kecanduan, dan merindukan hujan bersama wangi tanahnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s