Pertemuan-Pertemuan

tak tahukah kamu jika pertemuan pertama sesulit melangkah pergi?
berdamai dengan awal mula sekaligus menyusun ulang serpihan terserak.

tak tahukah kamu luka menganga sekujur sayapku tertusuk patahan ranting-ranting kepakan sayapmu?
tak tahukah kamu badai yang menghadang jalan menujumu?
aku merasa dikihianati alam yang menentang penyatuan,
tanpa diizinkan mengutuk yang disebut takdir.

sebuah akhir…
kemudian awal baru…

aku bosan dalam lingkaran.
aku ingin berhenti….
terbebas dari jebakan pertemuan-pertemuan

tak bisakah kamu ulurkan jemari,
kemudian menelusup sela jemariku
mengunci dalam simpul mati.
dan kamu mulai berbisik, “apa yang kamu cari? sejauh apa lagi kamu melangkah?”
aku terdiam mencari teduh dalam binar matamu
tiba-tiba saja…
sekilas
hanya sekilas
kilatan itu begitu nyata…

kamu berbisik kembali, “tetaplah tinggal. aku ingin menjadi rumahmu.”

dan aku mulai bersiap untuk berucap selamat tinggal
pada pertemuan-pertemuan.
pada awal mula.
pada air mata kujanjikan pertemuan bersama senyuman….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s