hanya….KOSONG?

aku harus menamakannya apa? entah… bahkan aku tak bisa mewakilkannya pada rangkaian kata…

 

hanya KOSONG…yah KOSONG…

 

seperti apa? seperti jalanan tengah malam tanpa kendaraan. TIDAK. jalanan memang kosong, tapi masih ada trotoar dengan gerobak pedagang kaki lima di atasnya. masih ada pohon yang tetap tegak walau merana. masih ada langit gelap dengan hanya 1 bintang yang tampak. masih ada lampu jalan yang akan mati saat matahari menyapanya. dan masih ada jalan itu sendiri yang terbentang dalam sepi.

lalu APA?

 

seperti kertas putih yang belum mengenal tinta. TIDAK. Ia hanya menunggu sebuah goresan.

 

 

seperti pecinta yang ditinggal kekasihnya? ah…masih ada cinta untuk ia melabuhkan getirnya, sahabat. keluarga. atau siapapun. bahkan aku yakin ia hanya menangis awalnya. dan melupakan akhirnya. cinta lain akan menggantikan kehilangan, di waktu yang tepat. dan masih ada kenangan yang membuatnya bertanya: Apakah mungkin untuk memulai kembali dari awal?…

 

 

hmm…atau seperti seseorang yang ditinggal mati? TIDAK. ia masih ada dengan kepedihannya. mungkin ia sendiri. tapi…ia masih berjiwa dan memiliki sebuah rasa: sepi, pedih. paling tidak ia tidak mati rasa. dan masih ada setetes air yang menggantung di bulu mata…

 

 

seperti? seperti apa? seperti seseorang yang kehilangan mimpi? hahaha…menarik. ia hanya butuh jeda untuk membangun mimpi lain.

 

sudahlah…kau membuatku ingin tertawa…

 

lalu KOSONG yang bagaimana?

 

seperti apa?

 

aku sudah bilang tak mampu mewakilkannya pada rangkaian kata…

 

seperti angka NOL? kosong = ZERO?

 

 

ah ternyata kau begitu memaksa untuk memaknai kosong. mendefinisikannya. sekarang lihatlah baik-baik. NOL bukan KOSONG…tidakkah kau lihat masih ada garis yang membentuknya?

 

jadi KOSONG itu?????

hanya KOSONG…dan tanya: sejauh mana kamu akan melangkah? tidak kah lebih baik berhenti? setidaknya masih ada jalan kembali….TAPI…aku hanya terlalu takut untuk mengakhiri, padahal mungkin ketakutan itulah yang semakin menjauhkan cahaya…ah,,,tidak hanya itu…mungkin…aku hanya masih terlalu mencintai hujan. yah. aku yakin.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s