Definisi Hujan

Hujan pertama adalah perjalanan menuju kepadamu.

Terlihat samar di jendela.

Menemaniku dalam sebuah pencarian untuk tinggal.

Merasa cukup untuk mengakhiri pertaruhan akan kesempurnaan.

 

Hujan terindah adalah hujan ketika kita saling diam.

Namun dalam keheningan kita saling mengerti tanpa saling berucap.

Saat kita menghitung satu satu rinai yang turun. Dalam hati.

 

Hujan tersakral adalah saat kita berlari di bawah derasnya.

Tanpa sekat.

Saling menautkan jemari.

Saling menjaga tapi tak mengekang.

 

Hujan mengharukan adalah saat kita berbagi impian yang sama tanpa disengaja.

Saat tahu bahwa kepingan jiwa yang lama menghilang,

ternyata sejak dahulu ada di genggamanmu.

 

Hujan terakhir adalah tiap titik yang menyentuh wajahku saat memandangmu diam-diam.

Menikmati tawamu bersama rahasia.

Menatap punggungmu yang berbicara.

 

Hujan berbulan lalu adalah hujan ketika aku meninggalkanmu.

Ketika aku merasa lelah dan memutuskan berbalik arah.

 

Hujan yang tersisa untuk dinikmati tak lagi bisa kuberi rasa.

Bukan yang pertama, terindah, tersakral.

Hanya sunyi saat Tuhan memberi jeda.

Untuk mengingatmu yang mulai samar dalam ingatan.

Karena…memang telah kutitipkan kenangan dalam titik hujan.

Terlalu lelah aku menumbuhkannya dalam ingatan.

Terlalu menyakitkan untuk mengingatmu di setiap langkah.

 

Cukuplah hujan sebagai pengingat saat sosokmu semakin buram…

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s